PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI UIN SUSKA RIAU
Home » » Tanah Andisol

Tanah Andisol

Minggu, 12 Oktober 2014 | 0 komentar



Tanah Andisol

Tanah yang termasuk ordo Aridisol merupakan tanah-tanah yang mempunyai kelembapan tanah arid (sangat kering). Mempunyai epipedon ochrik, kadang-kadang dengan horison penciri lain. Padanan dengan klasifikasi lama adalah termasuk Desert Soil.
      Pembentukan Tanah 
 Proses pembentukan tanah yang utama pada andisol adalah proses pelapukan dan transformasi (perubahan bentuk). Proses pemindahan bahan (translokasi) dan penimbunan bahan-bahan tersebut di dalam solum sangat sedikit. Akumulasi bahan organic dan terjadinya kompleks bahan organik dengan Al merupakan sifat khas pada beberapa Andisol. Pelapukan mineral aliminium silikat primer telah berlanjut hanya sampai pada pembentukan mineral “short range order” seperti alophan, imogolit, dan ferihidrit.tingkat pelapukan seperti ini sering dikatakan sebagai tingkat peralihan antara tanah vulkanik yang belum dilapuk dengan tanah vulkanik yang lebih melapuk. Walaupun demikian pada keadaan lingkungan tertentu mineral-mineral “short range order” cukup stabil sehingga tidak atau lambat sekali berubah menjadi mineral lain.

   Karakteristik/Sifat Tanah
Tanah andisol atau yang lebih dikenal dengan istilah andosol rata-rata berwarna kehitaman. Tekstir dari tanah jenis andisol atau andosol beragam. Tanah ini bisa berbentuk tanah liat dan tanah lempung yang teksturnya kasar. Zat yang terkandung didalamnya sebagian besar adalah abu vulkanik dari letusan gunung. Tanah ini banyak dijumpai di daerah-daerah yang berada dekat gunung berapi.
Tanah andisol mempunyai unsur hara yang cukup tinggi hasil dari abu vulkanik. Tanah ini sangat subur sehingga tanah jenis ini baik untuk  ditanami. Selain unsur hara, tanah andisol memiliki kandungan zat-zat organic yang berada di lapisan tengah dan atas sementara pada bagian tanah sangat sedikit unsure hara dan zat organiknya. Selain itu, tanah ini mampu mengikat air dalam jumlah yang tinggi, kandungan karbonnyapun sangat tinggi dibandingkan tanah yang lain.
    Pengelolaan Tanah
 Potensi
Tanah Andisols merupakan tanah yang cukup subur. Di Indonesia, tanah utama yang banyak dimanfaatkan untuk perkebunan teh dan kopi, untuk tanaman holtikultura. Tanah andisols ini juga berpotensi untuk tanaman semusim maupun tahunan selain itu dapat untuk tanaman palawija dan padi ataupun untuk hutan lindung. Hal ini dikarenakan Andisols merupakan tanah yang mengandung bahan organik cukup tinggi sehingga tanah tersebut cukup baik dalam penyediaan nitrogen bagi tanaman. Andisols pada hakikatnya merupakan tanah subur khususnya yang mempunyai kejenuhan basa agak rendah sampai tinggi, Tanah andisols mempunyai aerasi dan porositas tinggi sehingga tanaman mudah berpenetrasi ke dalam tanah dan unsur-unsur hara berupa kation-kation basa dan nitrogen cukup tersedia bagi tanaman. Andisols pada umumnya tersusun dari bahan-bahan atau partikel lepas sehingga mempunyai permeabilitas dan aerasi cukup tinggi, ketahanan penetrasinya cukup rendah maka seharusnya pengolahan tanah untuk budidaya pertanian tidak diperlukan lagi.

Permasalahan
Permasalahan  yang paling menonjol pada tanah andisols adalah sifat kemampuan menyerap dan menyimpan air yang tak pulih kembali seperti semula bila mengalamin kekeringan. Hal ini disebabkan koloid amorf seperti abu vulkan dan bahan organic yang mempunyai daya jerap air tinggi jika mengalami kekeringan sampai 15 atmosfir / lebih film air yang terikat pada permukaan partikel akan menguap dan akan terjadi kontak ikatan kimia antar partikel, sehingga tanah mengkerut dan bersifat irreversible, akibatnya jika sudah mengalami kekeringan sulit untuk dibasahi kembali. Sehingga apabila mengalami kekeringan rawan terhadap erosi air hujan.
Perbaikan
Pengelolaan tanah andisols dilakukan dengan pengapuran dengan dosis yang cukup. Pada tanah andisols yang berada di daerah lereng banyak dimanfaatkan untuk menanam tanaman tahunan yang memiliki perakaran kuat untuk mengikat air. Unsur P di dalam tanah andisols sebenarnya tersedia dalam jumlah yang banyak, tetapi unsur P tersebut terfiksasi oleh alofan sehingga unsur P tidak dapat diserap oleh akar tanaman. Untuk mengatasi masalah fiksasi P oleh alofan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian bahan organik segar yang berfungsi untuk menyediakan unsur hara yang terdefisiensi tersebut bagi mikroorganisme, sehingga bahan-bahan organik akan terdekomposisi menjadi asam-asam organik seperti asam humat yang akan berikatan dengan Al bebas pada alofan menggantikan ion P yang terikat sehingga ion P akan terlepas dan tersedia untuk diserap oleh akar tanaman bebas pada alofan menggantikan ion P yang terikat sehingga ion P akan terlepas dan tersedia untuk diserap oleh akar tanaman. Tanah Andisols tersusun dari partikel lepas sehingga tidak perlu diolah secara berlebihan. Alternatif lain adalah penambahan mikrobia tanah yaitu mikoriza sehingga ketersediaan P meningkat.Tanah Andisols tersusun dari partikel lepas sehingga tidak perlu diolah secara berlebihan. Alternatif lain adalah penambahan mikrobia tanah yaitu mikoriza sehingga ketersediaan P meningkat.

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Powered by | Riki Kurniawan | Database Agroteknologi
Copyright © 2014. Database Agroteknologi - All Rights Reserved
Template Modify by Riki Kurniawan
Proudly powered by Blogger