PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI UIN SUSKA RIAU
Home » » MAKALAH KALIMAT EFEKTIF DAN DIKSI

MAKALAH KALIMAT EFEKTIF DAN DIKSI

Sabtu, 11 Oktober 2014 | 0 komentar





BAB 1
.PENDAHULUAN
1.Latar belakang
Tujuan tulis menulis atau karang-mengarang adalah untuk mengungkapkan fakta-fakta, perasaan, sikap dan isi pikiran secara jelas dan efektif, kepada para pembaca. Sebab itu adalah beberapa persoalan yang harus diperhatikan untuk mencapai penulisan yang efektif. Misalnya pertama-tama pengarang harus mempunyai suatu objek yang ingin dibicarakan;
Bila ia sudah menemukan objek itu, maka ia harus memikirkan dan merenungkan gagasan atau idenya secara jelas kemudian mengembangkan gagasan-gagasan utamanya secara segar, jelas dan terperinci.Semuanya ini baru merupakan bentuk-bentuk pertama dalam gagasan pengarang.
 Langkah kedua adalah ia harus menuangkannya dalam bentuk-bentuk kalimat, yaitu dalam bentuk kalimat yang baik sehingga mereka yang membaca sanggup mengadakan penghayatan kembali sejelas dan sesegar sebagai pada waktu gagasan itu pertama kali muncul dalam pikiran pengarang.Kalimat merupakan suatu bentuk bahasa yang mencoba menyusun dan menuangkan gagasan-gagasan seseorang secara terbuka untuk dikomunikasikan kepada orang lain.


1.

2. Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1.Pengertian kalimat efektif.
2.Tata cara penggunaan kalimat efektif.
3.Pengertian diksi atau pilihan kata dalam bahasa Indonesia.
4. Pembentukan kata atau istilah.

1.      Tujuan

Pembuatan makalah ini bertujuan:
1.Untuk mengetahui penggunaan kalimat efektif.
2.Untuk mengetahui bagaimana cara membuat kalimat efektif.
3.Untuk mengetahui arti diksi atau pilihan kata dalam bahasa Indonesia.
4.Untuk mengetahui cara pemilihan kata yang tepat dan menghasilkan
tulisan yang indah, enak dibaca, dan mudah dipahami pada setiap kata yang
ingindisampaikan.


4. Manfaat

Manfaat dibuatnya makalah ini adalah, sebagai berikut:
1.Mahasiswa dapat mengerti apa yang dimaksud kalimat efektif.
2.Agar mengetahui bagaimana cara penggunaannya
3. Mahasiswa dapat mengetahui pilihan kata yang baik dalam pengolahan kata.
4. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut
menjadi kalimat yang jelas, efektif dan efisien.
5. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan suatu gagasan.
2

BAB 11
PEMBAHASAN DAN ISI
Bahasa sebagai media komunikasi hanya akan bermanfaat sebaik-baiknya bila ia dikuasai oleh mereka yang masuk dalam lingkaran komunikasi tersebut. Penguasaan bahasa dengan demikian tidak saja mencakup persoalan penguasaan kaidah-kaidah atau pola-pola sintaksis bahasa itu,tetapi juga mencakup beberapa aspek lainnya.
Aspek-aspek penguasaan bahasa meliputi;
1.      Penguasaan secara aktif sejumlah besar perbendaharaan kata( kosa kata) bahasa tersebut.
2.      Penguasaan kaidah-kaidah sintaksis bahasa itu secara aktif.
3.      Kemampuan menemukan gaya yang paling cocok untuk menyampaikan gagasan-gagasan.
4.      Tingkat penalaran( logika ) yang dimiliki oleh seseorang.

A.KALIMAT EFEKTIF
A.1. Kalimat efektif
Kalimat yang efektif  memiliki kemampuan atau tenaga untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca identik dengan apa yang dipikirkan pembaca atau penulis.



3
Jadi yang dimaksud dengan kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat berikut:
1.      Secara tetap dapat mewakili gagasan atau perasaan pembaca atau penulis.
2.      Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

A.2.Kesatuan gagasan
Kesatuan gagasan jangan lah pula diartikan bahwa hanya terdapat suatu ide tunggal. Bisa terjadi bahwa kesatuan gagasan itu terbentuk dari dua gagasan pokok atau lebih.
A.    Yang jelas kesatuan gagasannya
Contoh: ükamu boleh menyusul saya ketempat itu, atau tinggal saja disini( kesatuan   
                 pilihan)
B.     Yang tidak jelas kesatuan gagasannya.
Kesatuan gagasan biasanya menjadi kabur karena kedudukan subjek atau predikat tidak jelas, terutama karena salah menggunakan kata-kata depan.
Contohnya:ü Di daerah-daerah sudah mempunyai lembaga Bahasa.

4

A.3. Koherensi yang baik dan kompak.
Koherensi atau kepaduan yang baik dan kompak adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur ( kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Kesalahan yang seringkali merusakkan koherensi adalah menempatkan kata depan,kata penghubung yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya, kata penghubung yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya, penempatan keterangan aspek yang tidak sesuai dan sebagainya.
A.    Koherensi rusak karena tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat.
Contohnya:
BAIK:  adik saya yang paling kecil memukul anjing dikebun kemarin pagi,dengan sekuat tenaganya.
TIDAK BAIK: adik saya yang paling kecil memukul dangan sekuat tenaganya kemarin pagi dikebun anjing.
B.     Kepaduan sebuah kalimat akan rusak pula karena salah mempergunakan kata-kata depan, kata penghubung dan sebagainya.
Contohnya:
Interaksi antara perkembangan kepribadian dan perkembangan penguasaan bahasa menentukan bagi pola kepribadian yang sedang berkembang( tanpa bagi ).

A.4. Penekanan
Dalam bahasa lisan kita dapat mrmpergunakan tekanan, gerak-gerik dan sebagainya untuk memberi tekanan pada sebuah kata.
Contohnya:
Pada kesempatan lain kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
Soal ini dapat kita bicarakan pada kesempatan lain, demikian harapan kami.

5
A.5. Variasi.
Variasi merupakan suatu upaya yang bertolak belakang dengan repetisi atau pengulangan sebuah kata untuk memperoleh efek penekanan, lebih banyak menekankan kesamaan bentuk. Variasi dakam kalimat dapat di peroleh dengan beberapa macam cara, yaitu:
a.       Variasi sinonim kata yaitu variasi berupa sinonim kata, atau penjelasan-penjelasan yang berbentuk kelompok kata pada hakekatnya tidak merubah isi dari amanat yang di sampaikan.
Contohnya:
Dari renungan itulah penyair menemukan suatu makna, suatu realitasyang baru, suatu kebenaran yang menjadi ide sentral yang menjiwai seluruh puisi.

A.6. Paralelisme.
Paralelisme atau kesejajaran bentuk membantu memberi kejelasan dalam unsur gramatikal dengan mempertahankan bagian-bagianyang sederajat dalam konstruksi yang sama.
Contohnya:
BAIK: tahap terakhir dari penyelesaian gedung itu adalah : pengecatan seluruh temboknya, pemasangan penerangan, pengujian sistim pembagian air, dan pengaturan tata ruangnya.

SALAH: tahap terakhir dari penyelesaian gedung itu adalah : pengecatan seluruh
temboknya, memasang penerangan, pengujian sistim pembagian air, dan pengaturan tata ruangnya.

6

A.7. Penalaran atau logika.
Unsur lain yang harus diperhitungkan dalam pemakaian bahasa adalah segi penalaran atau logika. Jalan pikiran pembicara turut menentukan baik tidaknya kalimat seseorang, mudah tidaknya pikirannya dapat dipahami.yang dimaksud dengan jalan pikiran adalah berpikir yang berusaha untuk menghubung-hubungkan menuju kepada suatu kesimpulan yang masuk akal. Tulisan-tulisan yang jelas dan dan terarah merupakan perwujudan dari pada berpikir logis. Perhatikan kalimat-kalimat berikut. Tiap bagian kalimat dapat dimengert, namun penyatuannya menimbulkan hal yang tidak bisa atau sulit diterima akal.
Contohnya:
Dia mengatakan pada saya bahwa ia telah lulus, tetapi anjing itu tidak mau mengikuti perintah pemburu itu.

B. Pengertian Diksi atau Pilihan Kata

Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata, gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita.
Agar menghasilkan cerita yang menarik, diksi atau pemilihan kata harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan.
2. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca.



7
3. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien.

Contoh paragraf:

1.Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan teman-temanku. Udara di sana sangat sejuk. Kami bermain bola air sampai tak terasa hari sudah sore. Tak lama kemudian
 Kamipun pulang.

2.Liburan kali ini Aku dan teman-temanku berencana untuk pergi ke pantai.
Kami sangat senang ketika hari itu tiba. Begitu sampai disana kami sudah disambut oleh semilir angin yang tak heti-hentinya bertiup. Ombak yang berkejar-kejaran juga seolah tak mau kalah untuk menyambut kedatangan kami. Kami menghabiskan waktu sepanjang hari di sana. Kami pulang dengan hati senang.

Kedua paragraph diatas memiliki makna yang sama, tetapi dalam pemilihan kata atau diksi, paragraph kedua lebih menarik bagi pembaca karena enak dibaca dan tidak membosankan.

B.1. Syarat-Syarat Pemilihan Kata

a. Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara objektif. Makna denotatif sering disebut makna konseptual. Misalnya, kata makan yang bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut, dikunyah dan ditelan.

8
Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan pada makna konotatif berarti untung atau pukul. Makna konotatif selalu berubah dari zaman ke zaman. Contoh lainnya misalnya kamar kecil dapat bermakna konotatif jamban, sedangkan makna denotative adalah kamar yang kecil.

b. Makna Umum dan Makna Khusus
Kata umum adalah kata yang acuannya lebih luas. Kata khusus adalah kata yang acuannya lebih sempit atau khusus. Misalnya ikan termasuk kata umum, sedangkan kata khusus dari ikan adalah mujair, lele, gurami, gabus, koi. Contoh lainnya misalnya lele dapat menjadi kata umum, jika kata khususnya adalah lele lokal, lele dumbo.

B.2. Kata Konkrit dan Kata Abstrak
Kata konkrit adalah kata yang acuannya dapat diserap oleh pancaindra. Misalnya meja, rumah, mobil, air, cantik, hangat, wangi, suara. Sedangkan kata abstrak adalah kata yang acuannya sulit diserap oleh pancaindra. Misalnya perdamaian, gagasan. Kegunaan kata astrak untuk mengungkapkan gagasan rumit. Kata abstrak dapat membedakan secara halus antara gagasan yang bersifat teknis dan khusus. Pemakaian kata abstrak yang banyak pada suatu karangan akan menjadikan karangan tersebut tidak jelas dalam menyampikan gagasan penulis.


9
B.3. Sinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Misalnya kata cermat dan cerdik yang keduanya bersinonim, tetapi keduanya tidaklah sama persis.

B.4. Kata Ilmiah dan Kata Populer
Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Kata-kata ilmiah biasa digunakan oleh kaum pelajar dalam berkomunikasi maupun dalam tulisan-tulisan ilmiah seperti karya tulis ilmiah, laporan ilmiah, skripsi, tesis, desertasi. Selain itu digunakan pada acara-acara resmi. Kata popular adalah kata yang biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari masyarakat umum.

Berikut adalah contoh dari kata-kata tersebut.

Kata Ilmiah:                             Kata Popular:

Analogi                     :              kiasan
Final                          :             akhir
Diskriminasi             :              perbedaan perlakuan
Prediksi                    :              ramalan
Kontradiksi            :             pertentangan
Format                      :              ukuran
Anarki                       :             kekacauan
Biodata                     :             biografi singkat
Bibliografi               :            daftar pustaka



10
B.5. Kata Serapan
Kata serapan adalah kata yang diadopsi dari bahasa asing yang sesuai dari EYD. Kata serapan merupakan bagian perkembangan bahasa Indonesia. Kosa kata bahasa Indonesia banyak yang menyerap dari bahasa asing. Bahasa-bahasa asing yang diserap kedalam bahasa Indonesia antara lain bahasa Sansekerta, Arab, Belanda, Inggris dan Tionghoa. Penyerapan kata kedalam bahasa Indonesia meliputi dua unsur, yaitu:

- Keteraturan bahasa(analogi): dikatakan analogi jika kata tersebut memiliki bunyi yang sesuai antara ejaan dan pelafalannya.

- Penyimpangan atau ketidakteraturan bahasa(anomali): dikatakan anomali apabila kata tersebut tidak sesuai antara ejaan dan pelafalannya.

B.6.Analogi
Karena analogi adalah keteraturan bahasa, tentu saja lebih banyak berkaitan dengan kaidah-kaidah bahasa, baik dalam sistem ejaan, atau struktur bahasa. Beberapa kata yang sudah sesuai dengan sistem ini, baik melalui proses penyesuaian maupun tidak, misalnya:

Bahasa Indonesia                      Bahasa Aslinya
aksi                                          action(inggris)
bait                                           bait(arab)
boling                                        bowling(inggris)
dansa                                        dance(inggris)
derajat                                      darrajat(arab)
ekologi                                      ecology(inggris)
fajar                                          fajr(arab)
insane                                        insane(arab)

11
B.7. Anomali
Menurut taraf integrasinya unsur pinjaman dari bahasa asing dapat dibagi dua golongan. Pertama unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Unsur pertama ini digunakan dalam bahasa Indonesia, tetapi penulisan dan pengucapannya masih mengikuti aturan bahasa asing. Unsur yang kedua kata pinjaman yang penulisan dan pengucapannya telah disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia.

Perhatikan kata-kata berikut ini
Bahasa Indonesia                     Bahasa Aslinya
bank                                        bank(inggris)
intern                                       intern(inggris)
qur’an                                     qur’an(arab)
jum’at                                      jum’at(arab)

Beberapa kata diatas merupakan kata yang mengandung unsur anomali. Bila diamati lafal yang kita keluarkan dari mulut dengan ejaan yang tertera, tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yaitu bank=(nk), jum’at=(’).
Sedangkan kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia secara utuh tanpa mengalami perubahan penulisan memiliki kemungkinan untuk dibaca bagaimana aslinya, sehingga timbul anomali dan fonologi, seperti contoh berikut

Bahasa Indonesia                       Bahasa Aslinya
expose                                       expose
export                                        export
exodus                                       exodus



12
Kadang-kadang kata tidak hanya satu morfem, ada juga yang terdiri dari dua morfem atau lebih, sehingga penyerapannya dilakukan secara utuh, misalnya

Bahasa Indonesia                      Bahasa Aslinya
federalisme                                federalism(inggris)
bilingual                                     bilingual(inggris)
dedikasi                                    dedication(inggris)
edukasi                                     education(inggris)



13
BAB 111
PENUTUP
A.Kesimpulan

1.      kalimat efektif adaah kalimat yang berisikan gagasan, ide, pesan, pengertian atau informasi pembicara atau penulis yang dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca, hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata (jelas), dan sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku (tepat).

2.      Kreatifitas dalam memilih kata merupakan kunci utama pengarang dalam menulis gagasan atau ungkapan. Penguasaan dalam pengolahan kata juga merupakan kunci utama dalam menghasilkan tulisan yang indah, enak dibaca, serta ide yang ingin disampaikan penulis dapat dipahami dengan baik.

Diksi adalah kemampuan penulis untuk mendapatkan kata agar dalam pembacaan dan pengertiannya tepat.
Kata ilmiah adalah kata-kata logis dari bahasa asing yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Pembentukkan kata atau istilah adalah kata yang mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
Definisi adalah suatu pernyataan yang menerangkan pengertian suatu hal atau konsep istilah tertentu.




14
B.Saran
1.     Dalam setiap kegiatan hendaknya kita memperhatikan penggunaan kalimat, agar kalimat tersebut menjadi efektif (sesuai dengan apa yang kita kehendaki).
2.   Dalam berkomunikasi hendaknya kita menghindari penggunaan kalimat yang tidak efektif.
3.  Dalam penggunaan kalimat juga kita hendaknya memperhatikan pemilihan kata atau diksinya.
  
15
üKeraf, Gorys. 1985. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
ü Keraf,Gorys. Kalimat efektif. Jakarta.Nusa Indah.1994
üWidyamarta, Ahmad. 1991. SenimenggayakanKalimat. Yogyakarta: Kanisius
ühttp://www.google.com/kalimat_efektif/ akses 20 Oktober 2011
ühttp://www.google.co.id/search?hl=id&cr=countryID&q=pilihan+kata+dalam+ 
bahasa+indonesia&star=10&sa

 16



















Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Powered by | Riki Kurniawan | Database Agroteknologi
Copyright © 2014. Database Agroteknologi - All Rights Reserved
Template Modify by Riki Kurniawan
Proudly powered by Blogger